Kamis, 07 Februari 2019

Arduino Tutorial 008: Mengontrol Motor DC

Hallo engineer indonesia, salam teknologi yaa :v
Kita beranjak ke tutorial berikutnya yaitu mengontrol motor DC menggunakan arduino, kalian tahu kalian bisa mengontrol apapun dijaman sekarang ini menggunakan aliran-aliran elektron dan ion ion serta molekul :v kata wagu channel di youtube yang sedang viral

sekarang kita akan berlatih mengontrol motor DC menggunakan arduino, sebelumnya kita harus mengerti apa itu motor DC.


Sumber: http://elektronika-dasar.web.id/teori-motor-dc-dan-jenis-jenis-motor-dc/

nah itu pengertiannya :v sudahlah tidak banyak teori yang intinya motor dc tidak mengharuskan kutub + dan kutub - yang mana, terserah kalian.
kan ada 2 kabel (kutub) nah kalau kalian pasang seperti dibawah ini maka efeknya:
+ dengan + = berhenti
+ dengan  - = berputar
-  dengan  - = berhenti
-  dengan + = berputar

namun, kita akan berurusan dengan pengelolaan arus yang digunakan untuk mengaliri motor dc, kalau kalian langsung tancap ke arduino, maka arus yang keluar dari arduino akan sangat boros, ada kemungkinan arduino tidak mampu lagi diberi hardware tambahan seperti sensor dikarenakan pengaturan arus yang boros.

maka dari itu kita membutuhkan modul motor, yang banyak dipakai adalah IC seri L298, namun untuk pembelajaran kali ini kita sudah disediakan modul motor yang sudah jadi. gambarnya adalah sebagai berikut:
modul ini mampu mengontrol 2 motor dc yaitu di pin out yang disamping samping itu. dan ada 2 pin biru di belakang itu adalah +12V GND dan +5V. untuk pemasangannya tidak harus menggunakan 12V pin 12 V bisa dipasang antara 6V sampai 12V. dan ada 6 pin disampingnya , sebenarnya 8 hanya saja yang berbeda baris itu adalah logic 5v atau pwm senilai 255 (kecepatan maximal). jadi nanti kita bisa mengatur kecepatan melalui pwm.

ada 6 pin diantaranya:

  1. ENA: pwm untuk motor A
  2. IN1: mengatur arah motor A
  3. IN2: mengatur arah motor A
  4. IN3: mengatur arah motor B
  5. IN4: mngatur arah motor B
  6. ENB: pwm untuk motor B
setelah mengetahui pin pin yang diperlukan maka kita akan merangkai nya ke arduino.


ingat, pwm bisa ditancapkan di pin analog atau di pin digital yang mempunyai tanda seperti cacing, jangan sampai salah.

selanjutnya kita bikin kode biar motor nya bisa jalan. dan amati perubahannya.

terima kasih, salam oprek

Jumat, 14 Desember 2018

Arduino Tutorial 007: Menggunakan Modul Bluetooth HC-05

Kali ini kita akan belaja menggunakan modul Bluetooth HC-05 di Arduino, gambaran dari modulnya adalah seperti ini :
Sedikit penjelasan, Arduino mempunyai banyak cara untuk mengirim dan menerima data, baik dari komputer, android maupun dari arduino lain. Contoh seperti menerima program baru melalui usb, berarti dia sedang menggunakan USB sebagai media untuk menerima informasi dari komputer

Bluetooth adalah salah satu media yang bisa digunakan oleh arduino untuk mengirim atau menerima informasi, bisa dilihat disana ada pin RX dan TX yang mana bisa dilihan di pin arduino di pin 0 dan 1.

Modul ini banyak di temukan di toko toko elektronik hobby, contoh projek yang biasa memanfaatkan modul ini adalah, arduino berbentuk mobil yang diremot oleh android, atau running text yang bisa di ubah- ubah menggunakan aplikasi android dan banyak lagi.

Pin RX di modul digunakan untuk menerima data dari luar dan sebaliknya pin TX di modul HC-05 ini dugunakan untuk mengirim data ke luar.

Begitu juga dengan Pin RX TX di arduino, pin RX digunakan untuk menerima data dari luar arduino dan pin TX digunakan untuk mengirim data ke luar.

Dari pengertian itu sebenarnya kita sudah punya gambaran bagaimana kita nanti menyambungkan modul HC-05 ke Arduino. yaitu

HC-05:RX -------------- Arduino:TX
HC-05:TX -------------- Arduino:RX

Kalau dalam skematik bisa dilihat dibawah ini :



Untuk penggunaannya pun tidak memerlukan library khusus, tinggal pakai seperti biasa Serial.begin(9600);

baudrate default untuk HC-05 tipe FC-114

Kamis, 06 Desember 2018

Arduino Tutorial 006: Proyek Antrian Sederhana Menggunakan LCD dan Button

Salam oprek temen-temen blajar banyak, setelah kita belajar cara penggunaan tombol yang ternyata sangat mudah ya dan, penggunaan LCD 16x2 seperti di tutorial sebelumnya, berangkat dari 2 itu kita sudah bisa membuat suatu projek untuk tugas sekolah atau kuliah.

Videonya bisa dilihat di bawah ini:


Yuk kita lanjut ke rangkaian, pertama kita pasang tombol yang akan kita gunakan


Setelah itu lanjut ke rangkaian LCD yang akan kita gunakan juga

Dan download source codenya di sini

Jangan lupa periksa dulu pin yang digunakan, sesuaikan antara kode dengan wiring temen-temen
Salam Oprek

Minggu, 02 Desember 2018

Arduino Tutorial 005: Menggunakan LCD 16x2 dengan Arduino

Assalamu'alaikum, salam opreker. Setelah belajar menggunakan button di Arduino saat nya kita lanjut untuk belajar menggunakan LCD 16x2. Kira-kira beginilah gambarannya:


Maksud dari 16x2 adalah ada 16 kolom karakter dan 2 baris karakter yang dimulai dari bit 0, maksud dimulai dari bit 0 adalah jika ada 16 kolom maksudnya adalah 0,1,2....13,14,15. Dengan rangkaian diatas kita sudah bisa menggunakan LCD tersebut.

Buka Arduino IDE, pada toolbar pilih File > Examples > LiquidCrystal > AutoScroll. Pastikan pin yang digunakan sesuai dengan kode yang ada di Arduino IDE:

Kalaupun temen-temen mau mengganti sesuai dengan rangkaian yang sudah dibuat, bisa kodenya diubah dibagian dibawah ini :


Di bagian const int ... , adalah konfigurasi untuk pin-pin yang digunakan. Adapun untuk standar kode yang dipakai adalah

  1. Penggunaan Library: #include <LiquidCrystal.h>
  2. Pembuatan objek lcd dengan pin yang digunakan: LiquidCrystal lcd(rs, .... d7);
  3. Inisialisasi LCD 16x2: lcd.begin(16,2);
Untuk pembuatan objek, bisa diganti dengan nama variabel yang temen-temen inginkan contoh:
LiquidCrystal display(rs,...d7); , LiquidCrystal tampil(rs, ..., d7); dan sebagainya.

Setelah konfigurasi pin telah selesai, tancapkan Arduino dan upload kode tersebut, silahkan dilihat hasilnya, untuk kode yang lain bisa dilihat di File > Examples > LiquidCrystal > (disini)


Kalau temen-temen tidak mau ribet untuk membuat rangkaian seperti rangkaian diatas, maksudnya ribet, temen-temen harus tau kalau sudah ada modul yang sudah terjual di pasaran, yaitu:


Kelebihannya adalah:

  1. Lebih hemat penggunaan pin karena hanya menggunakan pin I2C, pin I2C berada setelah pin D13
  2. Lebih simpel pengkabelannya
Namun kita harus terlebih dahulu mengetahui alamat dari modul lcd i2c kita, begini caranya:
sambungkan dahulu modulnya lalu tulis kode dibawah dan upload ke arduino kita:


Jika sudah terupload, klik serial monitor di Tools > Serial Monitor. dan jika sudah ketemu catat lah alamatnya. Asumsi kita menemukan di alamat 0x3F.

lalu tulis kode dibawah ini:


Silahkan upload, dan lihat hasilnya.

Salam oprek dari blajar banyak

Jumat, 30 November 2018

Arduino Tutorial 004: Belajar Menggunakan Tombol atau Button atau Switch

Salam opreker, sudah sampai tutorial ke 4 nih kita bersama. Kali ini kita belajar menggunakan button atau sering disebut switch juga. Ada berbagai macam konfigurasi dari button dan switch.

  1. Aktif Low = Terdeteksi tombol ditekan jika tombol di sambungkan dengan Ground
  2. Aktif High = Terdeteksi tombol ditekan jika tombol disambungkan dengan 5V atau 3,3V
Namun untuk belajar kali ini jangan terlalu diambil pusing, kita akan memakai aktif low dengan rangkaian sebagai berikut :

dengan memanfaatkan resistor pull up (resistor 10k yang terhubung ke vcc).

Jika kita menggunakan rangkaian tersebut, jika tombol ditekan, maka yang akan terdeteksi di arduino adalah low, contoh penggunaan :

const int pinButton = 2;

void setup() {
 pinMode(pinButton, INPUT); // mendeklarasikan bahwa pin button sebagai input
 Serial.begin(9600); // menggunakan komunikasi serial untuk pengujian
}

void loop() {
 int baca;
 baca = digitalRead(pinButton);

 if(baca == 0) {
  Serial.println("tombol ditekan");
  delay(300);
 } else {
  Serial.println("tombol tak ditekan");
  delay(300);
 }
}

Setelah mengetahui penggunaan dasar dari button di Arduino, kita siap membuat projek selanjutnya yaitu "Antrean Menggunakan Arduino". Penasaran ? tetap stay di blajarbanyak.blogspot.com

Salam oprek

Kamis, 29 November 2018

Arduino Tutorial 003: Menggunakan Sensor Ultrasonik dan Relay sebagai Water Level untuk Mengontrol Air Tandon

Haloo salam opreker, setelah mengetahui cara kerja dari sensor ultrasonik dan relay, dan juga mengetahui cara mengoperasikan kedua modul tersebut, kita sudah bisa membuat sebuah projek sederhana dari 2 modul tersebut yaitu water level dengan memanfaatkan sensor ultrasonik dan penerapannya adalah pengontrolan pompa air untuk mengisi air tandon.

Kira-kira kita akan menggunakan desain sebagai berikut :

Penjelasannya sebagai berikut :

  1. Kita menggunakan pipa, pipa inilah yg menjadi bahan utama projek kita, pipa yang sudah mempunyai banyak lobang dengan tujuan sebagai keluar masukknya udara dan air
  2. Kita gunakan 2 tutup pipa dan satu gabus ditengah tengah pipa agar gabus tidak bisa keluar dari pipa
  3. Kita letakkan sensor ultra sonik disalah satu tutup pipa
Prinsip kerjanya adalah sebagai berikut :
  1. Pipa di masukkan kedalam tandon, saat air mulai naik, maka gabus juga ikut naik, sensor ultra sonik akan mendeteksi jarak dari gabus, semakin gabus naik maka jaraknya semakin dekat
  2. Dari data jarak itu kita gunakan sebagai referensi water level / kondisi air
Setelah konsep kerja dari teknologi yang akan kita kembangkan sudah jadi, tinggal kita membuat rangkaian arduino dan modul ini, kurang lebih beginilah gambaran wiring yang akan kita gunakan.


Dengan Rincian
  1. Pin Trigger ultrasonik pada pin 13
  2. Pin Echo ultrasonik pada pin 12
  3. Pin Signal Relay pada pin 11
Dengan rangkaian ini kita sudah bisa membuat projek sederhana pertama kita, download source code nya Di sini

Buka menggunakan Arduino IDE,tancapkan arduino dan pastikan terdeteksi com port, pilih board sesuai dengan jenis arduino anda, kalau seperti pada rangkaian , pilih arduino/genuino uno.

Buka Tools -> Serial Monitor untuk tes sensor ultra sonik bekerja

Sekian. Salam oprek dari blajarbanyak

Arduino Tutorial 002: Mengontrol Lampu, Kipas Angin, dan Berbagai Alat Listrik Menggunakan Arduino

Assalamu'alaikum temen-temen opreker, kita mulai lagi untuk belajar menggunakan arduino sebagai kontribusi kita untuk menyambut harteknas, kita mengembangkan teknologi untuk kehidupan kita.

Revolusi Industri 4.0 menuntut kita lebih kreatif dan inovatif di segala bidang, termasuk dalam hal teknologi. Artinya kita sebagai manusia yang berpendidikan harus ikut andil dalam mengembangkan teknologi dalam negeri.

Kali ini kita belajar mengontrol Lampu, Kipas Angin dan lain sebagainya menggunakan Arduino. Hal pertama yang kita butuhkan adalah, sedikit pengetahuan tentang listrik AC dan listrik DC.

Listrik DC adalah listrik yang keluar dari sumber baterai atau aki, yang artinya hanya ada min (-) atau ground dan plus (+), yang artinya arus listrik yang sudah di searahkan, sedangkan listrik AC adalah listrik yang kita dapat dari generator, seperti dinamo dan lain sebagainya, dalam hal ini kita mengontrol peralatan rumah tangga yang menggunakan listrik PLN yaitu AC 220 Volt.

Untuk mengontrol Listrik AC 220 Volt yang jelas berbeda jauh dengan tegangan kerja Arduino yaitu 5 Volt DC maka dibutuhkan modul tambahan, yaitu Relay. Agar lebih mudah dalam penggunaan relay untuk belajar, kita pakai saja modul relay yang sudah terjual bebas di pasaran.


Relay modul ini bisa didapatkan dengan harga murah, dengan bantuan alat ini kita sudah bisa mengontrol peralatan listrik sesuai keinginan kita. Berikut rangkaiannya :


Dalam rangkaian tersebut, kita pasangkan pin signal relay disambungkan ke pin digital 10. dan kabel listrik cukup potong salah satu kabel dan lewatkan seperti pada gambar pertama.

Pengontrolannya sangat sederhana, hanya memberikan login 0 atau 1 pada pin signalnya. contoh :
- digitalWrite(10, HIGH); // untuk mengaktifkan relay
- digitalWrite(10, LOW); // untuk menonaktifkan relay

Tidak perlu library tambahan untuk menggunakan modul ini.

dengan rangkaian tersebut kita sudah bisa mengontrol perangkat listrik untuk menyalakan dan mematikan, dalam contoh kali ini kita coba mengontrol lampu menggunakan komunikasi serial. Download source codenya di sini

Silahkan di buka dan di upload ke arduino, lakukan dengan hati-hati karena kita menyambungkan dengan listrik tegangan 220 Volt.

Salam oprek dari blajarbanyak.

Rabu, 28 November 2018

Arduino Tutorial 001: Menggunakan Sensor Ultrasonik Untuk Mengukur Jarak


Sensor Ultrasonik adalah sensor yang bisa digunakan untuk mengukur jarak menggunakan teknologi suara, modul ini mudah didapatkan dipasaran dengan harga murah. Sensor ini banyak digunakan untuk Elektronik Hobby atau sebagai modul belajar.

Ada 2 varian dari modul ini, yaitu yang mempunyai 5 pin seperti gambar diatas, dan juga ada yang mempunyai 4 pin seperti gambar dibawah :


Kali ini kita akan menggunakan sensor ultrasonik yang mempunyai 4 pin, karena sensor dengan 4 pin inilah yang banyak muncul dipasaran dengan harga yang terjangkau.

Modul Sensor Ultrasonik ini mempunyai 4 pin diantaranya :

  1. VCC
  2. Trig
  3. Echo
  4. Gnd
Bisa dirangkai sesuai dengan rangkaian dibawah :


untuk 2 pin yaitu trigger dan echo bisa disambungkan ke pin digital, tapi biasakan tidak di pin 0 dan 1. Alasannya , saat kalian menggunakan fungsi Serial maka data bisa tidak didapat, karena pin 0 dan 1 merupakan pin yang digunakan sebagai komunikasi serial.

Lanjut ke kode, jangan lupa untuk mendownload library untuk sensor ultrasonik disini (kalau belum ada)

Untuk menambahkan library, ikuti petunjuk berikut
1. Buka Arduino IDE, pada tab sketch > Include Library > Add Zip file
2. Arahkan ke File yang telah di download

3. Kalau sudah muncul seperti ini berarti penambahan library telah berhasil
4. Masukkan kode example dari bawaan library ultrasonik
5. Sesuaikan pin dengan kode yang ada
6. Kali ini kita menggunakan 4 pin ultrasonik, dengan pin trigger di 12 dan pin echo di 13
7. Tancapkan Arduino ke laptop atau PC
8. Pastikan port terdeteksi di tools > port dan pilih port arduino, kalau belum terdeteksi , install dahulu driver untuk arduino, tutorialnya disini
9. Klik tombol centang untuk proses compile dan klik tombol panah untuk upload kode ke arduino
10. Untuk memastikan kode tersebut berhasil dan sensor bekerja, cek di Tools > Serial Monitor
11. Maka jarak akan terdeteksi

Salam oprek, dari blajar banyak

Jumat, 31 Agustus 2018

Noah - Tak Lagi Sama Video Lirik (Non Official)

Kamis, 19 Juli 2018

Download CAD 3D Modelling Autodesk Inventor Millimeter Analog

Download gratis 3D Modelling dari aplikasi Autodesk Inventor, millimeter analog.



Langsung saja download di link dibawah ini

Minggu, 15 Juli 2018

Download Driver Pack Solution 17.4

Temen temen kesulitan menginstall driver setelah install ulang windows, gak usah kawatir nyari satu satu driver, ini nih sekarang udah ada driver pack yang menyediakan driver untuk laptop temen temen.

Jadi tenang saja, langsung cuss download di mari

Disini